Tenaga dalam sebenarnya sudah berabad-abad dikenal oleh bangsa-bangsa di dunia. Di Cina dikenal dengan Chi atau Qi, di India disebut Prana, di Yahudi disebut Yesod, di Hawai disebut Ha, dikalangan kaum sufi Baraka, di Kalahari disebut Num, Umat Kristiani menyebut Holy Spirit, orang Indian menyebutnya Manitaou, Aborigin dikenal dengan Tumpinyeri mooroop, dan orang Jepang menyebutnya Ki atau Reiki.

 

Di Indonesia pada jaman dahulu, terutama di daerah-daerah tertentu seperti Banten, Banyuwangi, Lombok, Yogyakarta dan Sukabumi, Tenaga Dalam diyakini dapat diperoleh dengan cara berpuasa, tirakat atau bertapa.

Kemudian pada tahun enam puluhan berdiri beberapa perguruan bela diri pecahan dari aliran-aliran Pencak Silat tradisional seperti Alhikmah, Margaluyu, Prana Sakti, dan Sin Lam Ba yang memperkenalkan bahwa Tenaga Dalam dapat diperoleh dengan cara olah gerak, olah nafas dan tirakat tertentu.

Belakangan olah Tenaga Dalam di Indonesia kian berkembang dengan munculnya perguruan-perguruan seperti Satria Nusantara, Prana sakti, Mahatma, Merpati Putih, Kalimashada, Pagar Nusa, Sapta Daya, Dasa Daya, Panca Daya, Perisai Diri, Tarung Drajat, Sinar Banten, Alqarramah, dll.

Dunia Barat modern pun kini mulai tertarik dengan Tenaga Dalam, salah satu klub tenaga dalam yang sukses di Eropa dan Amerika adalah Num Spirit (berdiri sejak 4 Juni 1978) yang berpusat di Irlandia. Klub ini memadukan antara olah raga modern dan Tenaga Dalam murni dari Asia Timur. Sekarang anggota dari klub ini jumlahnya tidak kurang dari 18 juta orang di seluruh dunia menyebar dari Eropa Timur hingga Haiti.

Tetapi Num Spirit kurang dapat diterima di belahan Asia karena budaya Asia masih mengedepankan nuansa mistik yang menghubung-hubungkan Tenaga Dalam dengan dunia gaib.

Sebagai contoh, pengikut Kesenian Debus Banten dan Kesenian Haq di Turki yakin bahwa mereka bisa bermain api, kebal senjata tajam, anti air keras, makan silet, beling, dll dengan cara melakukan tirakat, puasa yang sangat berat dan juga atas bantuan kekuatan gaib.

Kegiatan seperti di atas dapat dilakukan di Num Spirit tanpa harus melakukan tirakat, puasa, mantra ataupun bantuan kekuatan gaib, melainkan murni hanya dengan memanfaatkan Energi Positif Makrokosmos yang telah disediakan oleh alam, karena alam semesta memiliki energi yang sangat besar dan dahsyat.

Semangat Déjàvu Training Program adalah semangat Num Spirit, yaitu berlatih menarik Energi Makrokosmos Positif yang telah disediakan oleh alam semesta dan tidak akan pernah habis, seperti : energi bumi, air, laut, matahari, bulan, bintang, pohon, udara, dll.

Selain itu, Déjàvu Training Program meninggalkan nuansa mistik dan gaib dalam program-programnya.