TERSESAT DI ALAS ROBAN (3)

’’Ok..kita Bismillah aja berangkat sekarang ya.. !,kataku menguatkan perasaanku sendiri sekaligus memberi semangat kepada teman-temanku agar tidak perlu ragu dan takut…’’Nanti dulu… !!,, kita tunggu ada mobil yang lewat aja, terus kita ikuti dibelakangnya biar ada kawan sepanjang jalan..’kata Nawawi memberi saran…,’’Tak berapa lama kemudian dari kejauhan kami melihat sorot lampu mobil, tampaknya ada lebih dari satu mobil..’’Itu ada mobil sebentar lagi lewat, kita ikut di belakangnya..’’kata Pengki.  Sekarang Pengki pindah duduk di depan jadi navigatorku..’’Untungnya mobil yang kami ikuti tersebut tidak terlalu kencang jalannya sehingga kami bisa mengikuti dari belakang tanpa kesulitan..

Hujan yang tadi rintik-rintik sekarang kembali menjadi deras.., bahkan sekarang turun lebih deras dibandingkan dengan hujan sore tadi…Seakan lautan tumpah dari langit..,sesekali kilat menyambar dengan sangat terang..’’membuat bulu kudukku merinding..‘‘Kabutpun mulai turun dan hawa dingin menusuk sampai ke tulang, padahal mobil yang kami naiki tidak ber AC..

Aku melirik dari kaca spion, dibelakang kami tampaknya ada beberapa mobil yang lain lagi..Ini membuat kami sedikit tenang karena merasa ada teman seiring..

Setelah kurang lebih satu kilo meter memasuki area Hutan jalan mulai berkelok-kelok, di kanan dan kiri kami adalah jurang yang sering membuat kendaraan terperosok jika tidak berhati-hati..Kami terus mengikuti mobil berwarna putih yang ada didepan mobil yang kami tumpangi..Beberapa kali kami disalip oleh kendaraan lain karena mobil kami berjalan terlalu lambat mengikuti irama mobil yang kami ikuti..

Tiba-tiba di depan kami ada simpangan dua arah yang membuat aku bingung harus lurus terus atau mesti belok ke kiri…’’Waduh..kita mesti kemana nich..lurus apa ke kiri.. ??..’kataku gugup..’’..Aku sengaja bertanya dengan suara agak keras khawatir tak terdengar oleh teman-temanku karena suaraku berlomba dengan suara hujan di luar yang cukup deras sekali..

Apa lagi Pengki dari tadi menghidupkan tape mobil dengan volume yang lumayan keras, mungkin maksudnya untuk mengurangi rasa tegang dan rasa takut kami disepanjang jalan…

’Kita ikuti mobil putih itu aja..mobil-mobil yang lain juga belok ke kiri kok..‘‘ kata Nawawi mengingatkan..‘‘Aku berhenti sejenak dan memperhatikan semua mobil memang belok ke kiri tidak ada yang mengambil jalan lurus..’’Yakin ya, kita belok ke kiri … !!, kita ikut mobil yang lain ya..ujarku meyakinkan teman-temanku…‘‘

’’Santai aja wan nggak usah tegang..Setan takut sama kita kok..’’kalau ada setan yang lewat nanti kita tabrak aja..biar dia mati dua kali‘‘..kata Nawawi mulai mencoba bercanda..Padahal dari tadi aku lihat gerak-gerik tubuhnya mengatakan kalau dia sedang gelisah..kok bisa-bisanya dia nyeletuk seperti itu.. ?..,

’’Siapa yang takut. !!..’’ini jalannya belak-belok jadi mesti hati-hati..apa lagi di luar hujan deras jadi jalannya licin…, kataku membela diri..

Suasana sekarang malah menjadi lebih cair dan tidak terlalu tegang lagi..’Pengki memutar volume tape lebih kencang, tapi aku sengaja membiarkannya saja..Karena kebetulan dia memutar lagu-lagu kesukaanku dari Almarhum Benyamin S yang kocak. Kadang-kadang kami tertawa geli mendengar syair-syair yang menggelitik  dari lagu-lagu milik Master aktor komedi Indonesia tersebut.Lumayan bisa mengurangi ketegangan..

Karena kami terus mengikuti mobil berwarna putih yang jalannya lambat kami sering di klakson dan diberi kode dengan lampu jauh oleh mobil-mobil yang ada di belakang.. Mereka memberi isyarat kepada kami agar mobil kami berjalan lebih kencang..Beberapa mobil yang tidak sabar segera meyalib dan membalap kami..bahkan akhirnya semua mobil malah jadi ada di depan mobil kami..

’’Lho kok kita sekarang jadi paling belakang. ? kata Pipit yang tampak juga sudah tidak tegang lagi…’’Apa kita balap aja mobil putih itu ya..biar dia yang mengikuti kita.‘‘

Belum sempat kami menyalip mobil putih terbut..Kami dikejutkan oleh suara klakson mobil yang cukup keras dari arah belakang..‘‘Ternyata di belakang mobil kami sekarang ada sebuah mobil truk yang bersiap-siap menyalip kami sekaligus mobil putih yang ada di depan kami..

Padahal aku yakin tadi sepertinya sudah tidak ada mobil lain lagi.Begitu juga dengan teman-temanku yang merasa sebelumnya memang sudah tidak ada mobil lagi di belakang mobil yang kami kendarai..

’’Gila tuh mobil truk.. !!.dari mana datangnya tau-tau mau nyalip mobil kita..??..’’Jangan-jangan mobil setan..’’kata Pipit kali ini agak serius..’’Kalo ngomong jangan sembarangan dong..,Ini kita ada di tengah hutan Alas roban lho..’’Nawawi mengingatkan Pipit, tapi aku yakin dia sendiri pasti juga keheranan melihat mobil truk yang tiba-tiba nongol begitu saja..

Akhirnya mobil truk itu benar-benar meyalib mobil kami sekaligus mobil putih yang ada di depan kami..Ternyata mobil truk tersebut berisi rombongan Pramuka yang entah mau kemana..Beberapa anggota Pramuka yang ada di mobil tersebut sempat melambai-lambaikan tangan kepada kami sambil bernyanyi-nyanyi gembira menyanyikan lagu Pramuka..’’Aku sempat nyeletuk.. ‘’Kurang kerjaan tuh rombongan Pramuka malam-malam hujan begini mau camping dimana.. ?..

Setelah mobil truk itu lewat aku berusaha menyalip mobil putih yang dari tadi selalu ada di depan mobil kami..Tapi tampaknya mobil putih itu tidak memberiku kesempatan untuk mendahuluinya..‘‘Mobil putih itu sekarang malah ikut-ikutan tancap gas..Aku berusaha keras menyalipnya tapi tetap tidak bisa karena mobil itu terus berlari kencang menambah kecepatan..‘‘Semakin keras aku berusaha menyalip semakin kencang mobil itu lari..‘‘

‘‘Akhirnya aku menyerah dan membiarkan mobil putih itu lenyap dari pandangan kami..’’Jangan dipaksain wan.,ini mobil udah tua, ibarat orang mungkin sudah terkena oestoporosis jadi nggak bisa jalan cepet lagi.,Pengki asal memberi komentar..‘‘Sementara di belakang mobil kami sudah tidak ada kendaraan lain..‘‘Jadilah mobil kami cuma sendiri di tengah hutan alas roban..‘‘

’’Sialnya lampu mobil yang kami kendarai tak begitu terang, padahal kabut lumayan pekat dan hujan belum benar-benar reda…’’Kemana mobil-mobil lain  yang tadi ya, kok pada hilang..??..kata Pipit.. ‘‘Ya sudah..‘‘kita pelan-pelan aja sambil nunggu mobil lain yang lewat nanti kita barengi lagi..,’’sebentar lagi juga pasti ada mobil yang lewat..‘‘Ujar pipit mencoba menenangkan aku yang terus terang saja sudah mulai kelihatan agak gelisah..

Sebenarnya aku cuma khawatir karena sorot lampu mobil yang suram, sehingga kalau ada kabut agak tebal mobil kami berjalan pelan sekali..karena jarak pandang kedepan mungkin cuma sekitar dua atau tiga meter saja..

Aku menjalankan kendaraan dengan lebih lambat, sambil berharap ada kendaraan lain yang akan lewat. Tapi mobil dari belakang tidak ada yang muncul juga..entah kenapa padahal sebelumnya ramai sekali kendaraan yang berbarengan dengan kami…

Rasa khawatir atau tegang sebenarnya sudah hilang karena sepanjang jalan kami terus ngobrol sambil bercanda dan bercerita tentang apa saja yang membuat kami bisa terus tertawa..

Ketika kami sedang asyik bercanda tiba-tiba tape mobil mati dengan sendirinya..Sejenak kami saling berpandangan keheranan.. ‘’Kenapa lagi nich.. !!’.. Kalau tape atau radio mati sendiri biasanya ada setan yang lewat tuh..Kata Pipit..’’Lho bukannya dari tadi memang ada setan.. ??..Bentuk setannya bulat, jerawatan, giginya ompong..’’kata pengki menimpali..’’Sialan lu. !!.’.itukan gua, ngledek terus ya.. ?.’’Pipit pura-pura tersinggung tapi tak bisa menyembunyikan tawanya..’’

Kami terus berjalan tak memperdulikan tape mobil yang mati..Nawawi malah nyanyi-nyanyi dengan suara yang amat sember..’’Kamu nyanyi aja terus ya sampe Semarang, itung-itung buat gantiin tape rusak.. ,kata Pengki..’’Enak aja..,mau bayar berapa kalian.. ?..Gini-gini juga gua pernah nyanyi di Hotel-hotel lhoo.. ??..’’Iya maksudnya Hotel Prodeo kan.. ??..Ha..ha.ha kami semua tertawa mendengar celetukan Nawawi dan Pengki..

Hujan mulai reda..kabut perlahan-lahan menghilang, tapi di luar tetap gelap gulita karena tidak ada lampu penerangan jalan..Suasana di kanan dan kiri kami dari pertama masuk ke Alas roban tetap tidak berubah..Tampak hanya pohon-pohon besar yang kadang-kadang bergoyang-goyang tertiup angin..Sekilas kalau diperhatikan seperti mahluk raksasa yang sedang melambai-lambai..(BERSAMBUNG)

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.