PERKENALAN DENGAN TENAGA DALAM (2)

Beberapa hari kemudian sepulangnya dari Gashuku, diam – diam di rumah aku mencoba-coba sendiri cara memecahkan batu-bata dengan tangan kosong. Ternyata satu batu batapun aku tidak mampu memecahkannya. Apa lagi jika harus memecahkan batu bata yang ditumpuk enam, atau bahkan lebih dari sepuluh susun seperti yang dilakukan pelatihku.., rasanya tidak masuk akal..

Padahal aku sudah menahan nafas dan konsentrasi penuh dengan tenaga yang maksimal ketika akan memukul batu-bata..Tetap saja tidak bisa, malah tanganku yang kesakitan dan jadi memar..

Lain kali ketika sedang bermain bola seorang temanku meringis kesakitan karena burung cucak rowo nya tak sengaja terkena tendangan temanku yang lain..‘‘Iseng-iseng aku coba mempraktekkan apa yang biasa dilakukan oleh pelatihku ketika dia mengobati orang sakit..

“Coba tarik nafas yang kuat….tahan..!!‘‘..lalu….‘‘bug….bug..!!‘‘,Aku pukul dua kali bagian perut temanku itu dengan sekuat tenaga dengan harapan dia bisa sembuh..dan..‘‘lalu apa yang terjadi..??..‘‘ternyata temanku itu justru tambah kesakitan, bukannya malah sembuh..‘‘Aku sampai dikejar-kejar dan dilempari sandal oleh temanku itu karena aku dikira bercanda dengan keterlaluan..

Sebelum berhenti latihan aku sempat bertanya kepada pelatih seniorku apa rahasianya bisa meyembuhkan orang sakit dengan pukulan tenaga dalam..             “Minimal harus sampai tingkat DAN 1 dulu, baru bisa seperti itu wan‘‘…kata salah seorang pelatihku yang paling senior..‘‘Waah… lama sekali ya, berapa tahun lagi harus sampai DAN 1?..pikirku.‘‘

DAN 1 adalah salah satu tingkat setelah ban hitam. Untuk mencapai ban hitam aku harus melalui ban hijau dulu kemudian ban biru lalu ban coklat baru setelah itu sampai ke ban hitam..“Jadi aku harus melalui empat tingkat lagi sebelum sampai di posisi DAN 1…Padahal untuk sampai ke ban kuning saja seingatku butuh waktu satu tahun lebih..

Apalagi dari posisi ban coklat ke tingkat ban hitam katanya akan lebih sulit naik tingkatnya…‘’Mendengar jawaban dari pelatihku itu semangatku malah jadi luntur, karena membayangkan waktunya sangat lama sekali untuk menjadi sakti..

Ketika teman-temanku banyak yang mengundurkan diri dengan bermacam-macam alasan, akupun ikut-ikutan mundur.. terbayang dibenakku, ban kuning saja jurus-jurusnya sudah semakin sulit dan aku sering lupa, apalagi nanti kalau naik jadi ban hijau dan seterusnya..dan seterusnya…‘‘Pingin jadi sakti kok repot amat ya…??‘‘

Sebenarnya jauh sebelum mengenal tenaga dalam aku sudah lebih dulu mengenal mantra-mantra yang sangat manjur untuk mengobati segala macam penyakit.. Sayangnya mantra itu hanya bapakku saja yang bisa menggunakannya untuk pengobatan.‘‘Bunyi mantranya begini…:‘‘Jopa japu tambani tai asu-mari karepmu ora mari yo karepmu..!!!..‘‘Bunyi mantranya memang lucu, tapi seperti itulah kalimat mantranya.. aku yakin aku tidak keliru.., ‘Mantra itu menggunakan bahasa jawa karena memang Bapak adalah keturunan jawa asli meski lahir dan besar di Lampung…Mantra itu sebaiknya tidak perlu diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia nanti malah tambah lucu..

Kedengarannya memang aneh tapi mantra ini terbukti sangat manjur, aku pernah menyaksikan dan membuktikan sendiri keampuhan mantra ini..

Suatu ketika adikku terjatuh dari pohon jambu bol yang ada di samping rumah, dan kepalanya benjol cukup besar, tangan dan kakinya juga memar-memar.. Dia menangis meraung-raung kesakitan..‘‘Lalu bapak datang dan mengusap-usap kepala adikku sambil mengucap mantra…‘‘Jopa japu tambani tai asu- mari karepmu- ora mari yo karepmu…!!..‘‘setelah itu bagian yang sakit disembur oleh mulut bapak beberapa kali dengan sedikit mengeluarkan air ludahnya….‘fuihh..fuihh…!!!..‘‘Kemudian bapak bertanya..‘‘sekarang pasti sudah sembuhkan..??..Ajaibnya adiku pun menangguk tanda sudah sembuh..

Padahal aku yang melihat benjol di kepala adikku rasanya ngeri juga, karena kelihatannya lumayan cukup besar, pasti sakit sekali…Kenyataannya adikku benar-benar berhenti menangis karena rasa sakitnya sudah hilang katanya..“Sejak itu siapa saja yang sakit karena terjatuh atau sebab lain selalu mencari bapak  untuk minta di jopa-japu agar sakitnya hilang..

Aku sendiri pernah merasakan khasiat mantra jopa-japu itu.. Ketika jempol kakiku tak sengaja terpukul  palu oleh kakakku hingga kukunya mau lepas..Aku menangis kesakitan dan segera mencari bapak untuk minta disembur dan di jopa-japu..Anehnya rasa sakitnya benar-benar hilang walaupun jempolku masih memar kebiru-biruan dan kukunya mau copot..

Adalagi mantra ngawur tapi terbukti juga cukup ampuh, mantra ini khusus untuk mengusir semut atau serangga..ini sering dipakai oleh teman-temanku jika ingin memanjat pohon yang penuh dengan semut rang-rang atau semut api. Semut api atau semut rang-rang biasanya banyak terlihat di pohon yang sedang berbuah..warnanya merah, ukurannya sedikit lebih besar dari semut biasa..Semut itu kalau menggiit rasanya memang sangat sakit sekali….‘‘Satu semut api saja yang menggigit rasanya seperti dibakar api, setelah itu gatalnya luar biasa..‘‘Apa lagi jika digigit rombongan semut api.., rasanya pasti assoooy..

Aku pernah mencoba membaca mantra itu waktu akan mengambil layang-layang yang nyangkut dipohon jambu mede…‘‘ Di pohon jambu mede itu aku melihat banyak sekali semut rang-rang yang berseliweran..Lalu aku baca mantranya sebelum memanjat pohon itu..Bunyi mantranya sangat aneh dan nggak masuk akal..Kalau aku tidak salah bunyi mantranya kira-kira seperti ini ‘‘Betet kingkong lagendut gong..gonge ilang lagendut gong…kamu manis – aku pait – kamu manis – aku pait,…‘‘ Pait, pait.. pait..pait..‘‘Sambil memanjat pohon aku terus menerus mengucap kata..pait..pait..pait..pait…!!,.‘‘Percaya atau tidak…‘‘ aku benar-benar sukses tidak digigit oleh semut api sedikitpun sampai turun kembali ke bawah..

Yang lucu, ada lagi salah satu kepercayaan masyarakat di tempatku tinggal tentang bagaimana cara untuk menahan rasa ingin buang hajat yang sudah tak tertahankan…Caranya cukup sederhana, ambilah dua buah batu apa saja yang ada di jalan, kemudian masukkan ke kantung baju atau celana.. Syaratnya ukuran batu harus yang kecil-kecil saja,  soalnya kalau yang besar pasti berat dan nggak muat dimasukkan kantung celana….“Tapi ternyata cara seperti ini juga benar-benar manjur, aku dan banyak temanku juga pernah mempraktekkan langsung..

Waktu itu pulang sekolah aku jalan kaki, padahal jarak dari sekolah ke rumahku cukup jauh juga..butuh waktu kurang lebih setengah jam untuk sampai di rumah..‘‘Perutku sakit sekali, bom atom rasanya sudah sampai di ujung..tapi apa daya rumah masih jauh…‘‘

Sambil berlari-lari kecil aku meringis kesakitan, mau mampir numpang ngebom di rumah orang aku malu dan nggak punya keberanian untuk sekedar bilang permisi..Waktu itu aku memang agak kuper dalam bergaul.

.‘‘Untungnya seorang temanku mengingatkan dan bilang kepadaku..‘‘Ambil dua buah batu apa saja..‘letakkan di kantung celana..cepat..!!..‘‘Lalu aku buru-buru mengambil dua buah batu hitam kira-kira seukuran jempol kakiku..Mula-mula memang masih terasa sakit, tapi kemudian secara perlahan-lahan rasa sakitnya mulai berkurang..Tak sampai lima menit setelah aku mengantungi batu itu, sakit perutku sudah benar-benar hilang…‘‘Tuh kan sakitnya hilang ..?..apa gua bilang..kata temanku.

Dulu aku meyakini sekali keampuhan kedua contoh mantra dan satu contoh azimat tersebut di atas. Baik mantra yang sering dibaca oleh bapak maupun mantra untuk menangkal gigitan semut..juga azimat batu hitam untuk menahan buang hajat..Aku percaya karena berhasil membuktikan sendiri keampuhan mantra itu…‘‘Tanpa sadar budaya kita sejak dini memang sudah mengajarkan kita untuk percaya dengan mantra, azimat dan kesaktian atau kekuatan diluar nalar…

Jailangkung..!!

Jailangkung…jailangkung..!!.‘datang tak diundang pulang tak di antar,..!! Jailangkung…jailangkung..!!.‘datang tak diundang pulang tak di antar,..!! “Mantra untuk mengundang setan itu kami ucapkan terus menerus berulang- ulang…,“Dengan menggunakan perangkat sederhana seperti keranjang kosong, gayung untuk mengambil air dari batok kelapa, ballpoint, serta benang dan kertas, kami bermain Jailangkung di rumah kosong dekat rumahku..Tak ada rasa khawatir apalagi takut, maklum saja waktu itu kami masih bocah-bocah yang belum bisa berfikir dengan jernih..

Sebelumnya kami sudah sering mendengar dari orang-orang yang pernah bermain jailangkung, bahwa caranya bermain Jailangkung kira-kira ya seperti itu tadi..Menggunakan alat-alat sederhana dan mengucapkan mantra standard seperti di atas..“Kami sebenarnya hanya ikut-ikutan saja lalu mencoba cara bermainnya seperti yang pernah kami lihat, tidak ada yang mengajari atau melatih khusus cara bermain jailangkung…

“Bermain..??…“Benar, pada waktu itu Jailangkung kami anggap salah satu permainan. Bahkan kami berani melakukannya sambil tertawa-tawa gembira tanpa beban dan rasa takut…

Kekhawatiran kami cuma satu, jika Jailangkung itu minta pulang, kata orang-orang biasanya minta digendong oleh salah seorang yang ikut bermain. Lalu kita harus mau menggendongnya di punggung dan mengantar sampai rumahnya yang konon ada di kuburan…

Jailangkung…jailangkung..!!.,‘datang tak diundang pulang tak di antar…kalimat mantra itu terus kami ulang-ulang sambil bercanda….,Kami tidak begitu yakin jailangkungnya mau datang ditengah permainan, karena kami hanya iseng-iseng dan tidak serius bermain…,

“Tiba tiba…“sreeeeett..!!..sreeeett…,“Kami semua sangat terkejut…,benang yang aku pegang bisa menegang dengan sendirinya..seperti ada yang manarik berlawanan arah ke bawah..Ujung ballpoint tepat mengenai kertas seolah-olah siap untuk menulis..

Tak ada yang menyangka kalau ternyata jailangkungnya benar-benar mau datang.., Kami semua  saling berpandangan tapi hanya terdiam membisu tak ada yang berani bicara…“Kemudian aku  berbisik kepada teman-temanku..‘‘ssstt…!! jailangkungnya datang..‘jangan berisik..!!…‘‘Aku mulai tegang memegang ujung benang,..keringat dingin mulai terasa di telapak tangan. Jantungku berdebar-debar,..grogi dan perasaan ragu-ragu mulai menghampiriku..“Kami semua takut tapi rasa penasaran dan ingin tahu mengalahkan rasa takut kami….‘‘Lalu aku berfikir,..sudah terlanjur,..tanggung kalau mau dihentikan..!!

‘‘Aku coba memberanikan diri bertanya dengan suara agak gemetar menahan rasa takut..Siapa nama mu….??..‘‘Kami takjub dan sangat surprise begitu melihat ujung ballpoint yang sekonyong-konyong mulai bergerak menulis dengan sendirinya di atas kertas huruf demi huruf…,‘Walaupun tulisannya acak-acakkan tetapi masih cukup jelas terbaca….“B…..e….l…l…a…..!!…..“Heh…Namanya bella,..‘aku berbisik kepada teman-temanku,..Lalu aku pandangi mereka satu persatu, semuanya kelihatan tegang dan pucat memperhatikan kertas dan ujung ballpoint..

“Kemudian aku bertanya lagi dengan suara serak dan lebih pelan….berapa usia mu..??…Benang kembali menegang dan Ujung ballpoint menari-nari diatas kertas putih, tulisannya membentuk angka..1 dan 2…Oh, berarti usianya dua belas tahun, aku menggumam dalam hati..,“.Kamu tinggal dimana..??..suaraku kini aku buat lebih tegas dan agak keras karena keberanianku mulai timbul…., ballpoint pun menulis kembali dengan karakter garis yang lebih jelas. Kali ini tulisannya juga lebih cepat dari sebelumnya..“L…a…n…d…r..o…….ve..e…r….!!

Hah..!!..aku terkejut…, melihat kalimat yang tertulis dengan amat jelas di kertas itu..“Jangan-jangan arwah Jailangkung ini jasadnya terkubur di bawah garasi rumahku yang ada mobil land rover tuanya,..‘Suasana makin tegang, tak ada yang berani bersuara, semua duduk memperhatikan aku dengan gelisah. Setiap tarikan nafas kami seolah-olah seperti hembusan angin tornado..kami semua terkesima menahan nafas dan terpaku memandang kertas yang kini tertera tulisan dengan ballpoint warna merah..

“Aku meneruskan bertanya lagi…“Kamu berasal dari mana…??..kali ini agak lama kami menunggu reaksi tapi tak juga ada respon..akupun mengulangi lagi dengan pertanyaan yang sama …“Kamu berasal dari mana…??..kembali tak ada reaksi…,‘‘wah..jailangkungnya sudah pergi nih..,!! kataku setengah berbisik….,

Salah satu temanku yang sudah mulai tak sabar bertanya dengan suara agak keras…..,“Kamu asalnya dari manaaa…!!..“Usaha temanku ternyata berhasil, mungkin karena mendengar teriakan dari temanku itu, ujung benang cepat menegang dan ballpointpun menulis kembali kalimat yang kali ini tulisannya terlihat sangat berantakan….B…e..la….nda…!!…..kami mengeja dengan susah payahsampai akhirnya bisa terbaca..“Oh..dari belanda..kata kawan-kawanku saling berbisik satu sama lain dengan suara sepelan mungkin….Selentingan aku mendengar salah satu temanku memberi komentar dengan lirih.., jauh amat dari Belanda nyasar ke Lampung…(BERSAMBUNG)

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.