MEMBUAT AZIMAT

“Awas…!, kalau kamu buka buku ini dan berani membuka kamar dengan sengaja, kamu nanti bisa celaka….“kata-kata dari kakakku itu tak sengaja teringat lagi dipikiranku..Jangan-jangan karena melanggar larangan dari kakakku itulah yang menyebabkan aku mengalami kecelakaan..

Tapi aku tidak berani bicara kepada siapapun..dikemudian hari ketika dewasa baru aku bisa mendapatkan jawabannya.. .

Lalu ketika terlempar dari motor kenapa aku tidak terluka sedikitpun..?.. bahkan tidak merasakan sakit…‘‘Benarkah karena aku pernah ikut latihan karate dan tenaga dalam..?..adakah korelasinya..?..atau hanya kebetulan saja..?..

“Aku terobsesi oleh teman-teman yang selalu mengatakan bahwa aku selamat karena pernah latihan Karate dan Tenaga dalam..benarkah..?..“Terkadang timbul rasa sombong dalam hati, seolah ingin menunjukkan kepada teman-teman,..‘‘lihat..!!‚‘Aku tidak luka dan tidak sakit sedikitpun waktu terjadi kecelakaan..“padahal kedua temanku luka parah dan motornyapun hancur..,tapi aku bisa selamat..

Ada juga beberapa teman yang menyangka kalau aku mempunyai ajimat atau pegangan yang menyebabkan aku selamat..“Dasar aku orangnya suka iseng dan hobi usil.., aku mengiyakan saja apa yang menjadi prasangka teman-temanku itu..

Lalu aku bilang kepada mereka semua bahwa memang benar kalau aku mempunyai ajimat sakti yang selalu aku bawa-bawa kemanapun aku pergi..

Karena sudah terlanjur membohongi teman-temanku, diam-diam di rumah aku membuat ajimat palsu dengan sisa kain belacu bekas karung terigu yang aku tulis dengan tulisan arab asal-asal saja…, Ajimat itu selalu aku bawa di saku celanaku kemanapun aku pergi..Terkadang dengan sengaja aku pamer kepada teman-teman..,Hebatnya sejak membawa ajimat palsu itu teman-temanku banyak yang menjadi segan dan takut terhadapku…

Suatu ketika teman-temanku beramai-ramai datang ke rumah, mereka berencana akan pinjam ajimat untuk pertandingan sepak bola antar kampung,..Kata mereka musuh yang akan dihadapi selalu memakai dukun sehingga pasti kita akan kalah seperti pertandingan yang sudah-sudah…, Dengan bangganya aku mengatakan bahwa aku punya tiga ajimat, yang satu bisa dipakai kiper untuk menjaga gawang yang dua lagi untuk pemain penyerang…,

Besok sebelum bermain datanglah ketempatku lagi nanti aku siapkan jimatnya, kataku kepada mereka..“ Ketika teman-temanku pulang aku segera mencari karung bekas terigu untuk membuat dua buah jimat baru..,Sambil membuat jimat aku tertawa ngakak membayangkan wajah lugu teman-temanku…, Kok mudah sekali mereka  percaya dengan jimat palsu buatanku,..

Setelah jimat palsuku jadi, aku oleskan minyak rambut merk Lavender punya bapak supaya baunya wangi seperti jimat asli (emangnya ada jimat yang asli..??,) kemudian aku simpan di lemari baju..,

Keesokan harinya mereka benar-benar datang menagih janji tentang ajimat yang akan aku pinjamkan. Aku bertanya kepada mereka dengan gaya sok berwibawa, ‘’siapa kira-kira yang akan memakai ajimat..?’’…Tiga orang temanku yang ditunjuk oleh mereka aku pakaikan ajimat di lingkar perutnya seperti memakaikan ikat pinggang..Tapi sebelum memakai ajimat aku sudah berpesan pada mereka agar mengambil air wudlu terlebih dahulu,..Aku juga mengingatkan agar jangan lupa membaca doa Basmallah sebelum memakai dan melepas ajimat palsuku itu..

Kemudian aku menerangkan kepada mereka jika memakai ajimat ini kekuatan kita akan menjadi berlipat ganda, bahkan jika beradu kaki atau benturan dengan pemain lawan kita tidak akan merasakan sakit…Mereka semua manggut-manggut sepertinya kagum kepadaku tapi bisa juga mereka justru bingung mendengar  penjelasanku yang memang ngawur,..

Sementara teman-temanku yang tidak memakai ajimat aku sarankan untuk minum air putih yang sebelumnya sudah aku bacakan doa-doa dihadapan mereka. Entah kenapa kok semua pada manut mendengar saran dan perintahku,..’’Mungkin aku memang punya bakat jadi mbah dukun ya..?

Sore hari ketika tiba waktunya kesebelasan teman-temanku bermain, aku hanya berani menonton dari kejauhan tidak berani mendekat ke lapangan bola. Karena sebenarnya aku sangat khawatir kalau mereka sampai kalah..,‘‘Jika itu benar-benar terjadi,  aku akan bisa cepat lari pulang duluan ke rumah,.ha..ha.ha… !

Diluar dugaanku teman-teman justru bermain bola dengan penuh semangat bahkan seperti kesetanan, kemanapun larinya bola selalu mereka kejar dengan gigih..

Tak perduli postur tubuh lawan yang rata-rata jauh lebih besar dan lebih tinggi dari mereka..Sementara temanku yang jadi kiper juga dengan gagah berani menghalau bola dan menghalau setiap pemain lawan yang mencoba mendekati tiang gawang… Akibatnya pemain lawan semakin kesulitan menciptakan peluang untuk menang..

Ketika terjadi goal ke gawang lawan aku bersorak kegirangan sampai bergulingan di lapangan,..Hore..hore…!! teriakku penuh semangat..

“Akupun mulai berani mendekat ke pinggir lapangan bola sambil terus berteriak-teriak memberi suport kepada teman-temanku agar mempertahankan semangat bermain,..“Tapi kedudukan tetap satu kosong sampai istirahat setengah permainan..Semasa istirahat itu aku mengatakan kepada mereka bahwa dukun yang mereka bawa sudah kalah pamor dengan ajimat kepunyaanku,..

Ajimat kepunyaanku juga jauh lebih sakti dan hebat karena aku dapat dari kakekku yang ada di Sukabumi kataku,..Mendengar kata-kataku mereka menjadi semakin percaya diri dan tak sabar ingin segera bermain lagi..Setelah minum air putih yang sudah aku bacakan dengan doa-doa ngawur mereka turun kembali ke lapangan dengan semangat empat lima,..

Benar saja baru sepuluh menit bermain, gawang lawan sudah dua kali kebobolan lagi,..Ini benar-benar di luar perkiraanku yang tadinya cuma berharap bisa seri atau menang tipis..Permainan berakhir dengan kedudukan empat melawan kosong untuk kesebelasan teman-temanku…, Dan ini adalah kemenangan pertama melawan musuh yang sama selama delapan kali pertemuan,..Akupun dibopong oleh teman-teman beramai-ramai menuju rumahku sambil meneriakkan hidup Wawan..!! hidup Wawan..!!,..

Setelah sampai di rumah, teman-temanku mengucapkan rasa terimakasih sambil menyerahkan ajimat palsuku dengan sangat berhati-hati sekali takut jatuh. Merekapun berharap dapat meminjam lagi ajimatku lain waktu jika akan bertanding kembali,..Aku mengangguk tanda setuju,..Dalam hati aku tertawa geli karena berhasil mengerjai teman-temanku..

Sejak saat itu aku semakin terkenal dikalangan teman-teman bahwa aku sekarang sudah jadi orang sakti karena punya jimat yang hebat..,

Pernah juga ada seorang teman yang meminjam ajimat palsuku untuk ikut lomba grastrek sepeda yang waktu itu sedang marak di kampungku.. ‚

Besoknya dia datang lagi dengan diantar orang tuanya..,aku ketakutan dimarah dan takut ketahuan kalau ajimat yang aku pinjamkan itu palsu,..Ternyata orangtua temanku justru ingin mengucapkan rasa terimakasih karena anaknya selamat waktu terjatuh dari sepeda. Tidak hanya jatuh dari sepeda, temanku itu malah sempat terlindas oleh beberapa peserta grastrek yang lain. Menurutnya kecelakaan itu cukup fatal tapi anaknya tidak terluka sedikitpun, padahal celana jean dan bajunya sobek-sobek, dan sepedanyapun rusak…“Terimakasih ya wan…,“ kalau nggak pakai jimat ini mungkin anakku sudah luka-luka parah, katanya dengan penuh hormat..‘

Lucunya orang tua temanku itu malah tertarik ingin memiliki ajimat palsu buatanku, katanya barang yang asli seperti ini sudah sangat jarang sekali dan sulit dicari,..Tapi aku katakan bahwa ajimatku tidak bisa diperjual belikan karena ini warisan dari Kakek..

’’Dengan rasa kecewa dia pamit pulang sambil berpesan jika suatu ketika ajimatku ingin dilepas atau dijual agar sebaiknya terlebih dulu menghubunginya…Setelah mereka pulang aku tersenyum geli sambil mengelus dada,..untung nggak ketahuan nih..,pikirku..

Malam harinya ketika tidur aku bermimpi dimarah-marah oleh kakekku yang ada di Sukabumi, katanya tolong disimpan baik-baik ajimat yang kakek berikan kepadamu itu, jangan sampai ajimat tersebut jatuh ke tangan orang lain yang bukan keturunan kakek apalagi sampai menjualnya,.. Dalam mimpi itu aku mengikuti semua saran dari kakekku..

Ketika bangun tidur aku termenung mengingat-ingat mimpi semalam..“Aneh.., aku kan sama sekali belum pernah ke Sukabumi dan belum pernah bertemu kakek..? Lagi pula ajimat itu cuma aku produksi sendiri dan tulisan arabnyapun ngawur asal tulis saja…

‘‘Kenapa dalam mimpiku kakek mengaku-aku ajimat palsuku itu sebagai ajimatnya dan tidak boleh diberikan kepada orang lain yang bukan keturunannya, atau dijual untuk mendapatkan keuntungan..??..Padahal aku memang tidak berniat dan tidak berani menjual ajimatku karena takut ketahuan kalau ajimatku itu ternyata palsu dan tidak ada manfaatnya,..

Mimpi itu aku simpan sendiri tidak aku ceritakan kepada siapapun, sebab jika cerita kepada orang lain aku takut ketahuan ternyata aku tukang membuat jimat palsu…,Dan aku menganggap mimpi itu cuma bunga tidur saja tak ada yang perlu dipikirkan.

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.