KEKUATAN SUGESTI (1)

Lain waktu aku membuat ajimat yang lebih rapih lagi dari yang biasa aku buat terdahulu. Kain belacu aku jahit dengan mesin jahit dan dibuat seperti kantung kecil, di dalamnya aku masukkan biji salak kemudian aku jahit lagi agar kuat dan pantas untuk dilihat sebagai ajimat..Untung saja di rumah ada mesin jahit karena Pamanku kebetulan adalah seorang penjahit..Sebelum di jahit aku tuliskan dengan bahasa arab hijaiyah terputus putus sehingga mirip dengan tulisan yang ada pada azimat atau wafak umumnya..Tulisannyapun aku buat ngawur saja tidak ada artinya samasekali…

Setelah jadi mirip dengan ajimat, seperti biasanya aku oleskan minyak rambut merek lavender kepunyaan bapak agar tercium bau wangi. Aku sengaja memilih minyak rambut merek tersebut karena wanginya bisa bertahan agak lama, alasan lain karena aku memang tidak mampu beli parfum wangi..

Iseng-iseng aku tawarkan ajimat buatanku kepada teman sekelasku yang sering dipalak oleh kakak kelas…‘‘Pake jimat ini aja biar nanti nggak ada lagi yang bisa mengalahkan kita, semua orang akan takut..’’dibacok aja nggak mempan apalagi kalau cuma dipukul nggak kerasa apa-apa ..kataku mulai jualan kecap lagi..

‘‘Akhirnya temanku itu lama-lama mulai terpengaruh dengan kata-kataku..‘‘Boleh nggak aku pinjam ajimat itu..?..katanya penuh harap.., boleh saja.., jawabku..tapi aku di traktir makan bakso dulu ya.., ?? ‚‘‘ya aku setuju..nanti pulang sekolah aku traktir makan bakso di warung mang bewok katanya lagi…,

Dalam hati aku bersorak girang karena sebentar lagi aku bisa makan bakso gratis…Lumayanlah sekali-sekali perlu ngerjain teman juga…’’

“Setelah pulang sekolah sambil makan bakso dia mulai bertanya-tanya cara memakai jimatnya bagaimana..?..

‘‘Taruh saja di kantung celana, yang penting jangan sampai dibawa ke kamar mandi atau dibawa waktu buang air kecil apalagi buang air besar,..nanti khasiatnya bisa hilang kataku.. Karena aku sudah terkenal punya kesaktian dia percaya saja dengan semua kibulanku…

Besoknya ketika istirahat jam sekolah terjadi keributan di kelas sebelah..,rupanya temanku itu tanpa ba..bi..bu..memukul kakak kelas yang selama ini sering memalaknya sampai bonyok..matanya bengkak dan hidungnya berdarah..’’Semua teman sang pemalak itu ditantangnya untuk berkelahi..kalau perlu dikeroyokpun dia bersedia…

Hayo..!!..siapa yang berani membelanya sini maju kedepan, lawan aku..!! ‘teriaknya menantang…‘Tak ada yang berani maju, semua terdiam..hanya murid-murid perempuan yang berisik dan berusaha mencoba melerai..Sementara itu kakak kelas tadi yang biasanya sering memalak temanku sudah mengkeret nyalinya..Dia minta ampun dan mohon maaf kepada temanku itu….Awas ya sekarang jangan main-main sama aku..kata temanku karena merasa sudah di atas angin..,

Dari kejauhan aku terus memantau temanku dengan penuh kekhawatiran, jangan-jangan dia melakukan hal-hal nekat  yang lainnya..Untunglah ternyata temanku itu sudah cukup puas menghajar si pemalak…’’Setelah tak ada yang berani melawanya dia berencana kembali ke kelas. Murid-murid yang lain juga ikut bubar sambil berbisik-bisik keheranan melihat temanku yang mendadak jadi pemberani.Tapi baru saja akan bubar kami dikejutkan oleh suara salah seorang guru yang tak asing lagi di telinga kami…,

‘‘Ada apa ini…rame-rame !!!..Guru mate-matika yang terkenal galak di sekolahku mendadak muncul di depan pintu kelas…,‘‘Ada apa ribut-ribut..!! Siapa yang berkelahi..!! Melihat guru mate-matika itu datang, langsung semua pada bubar kembali kekelas masing-masing termasuk aku yang mulai dag dig dug karena merasa punya salah…‘‘Waduh kenapa bisa jadi begini ya.., aku tidak menyangka kalau temanku tadi ternyata jadi senekat itu gara-gara memakai ajimatku..‘‘Aku sudah menduga urusan pasti bakal panjang..,jadi runyam nih..,!!

Benar saja, ketika sedang mengikuti pelajaran temanku dipanggil ke kantor guru, sebelum keluar dia sempat melirikku dengan muka masam..Kira-kira setengah jam kemudian giliran aku yang dipanggil…Teman-temanku banyak yang heran kenapa aku ikut dipanggil..‘‘Tapi aku bisa lebih tenang karena sudah menduga pasti akan dipanggil juga, dan aku sudah mempersiapkan jawaban jika ditanya-tanya oleh guru atau kepala sekolah..

Ketika sampai di kantor kepala sekolah aku lihat temanku itu sedang tertunduk lesu mukanya pucat..,pasti habis dimarah oleh kepala sekolah pikirku…’’Aku juga melihat ajimat buatanku sudah tergeletak di meja,..Untung isinya tidak dibongkar..‘‘Apa ini..!!! kata kepala sekolahku setengah membentak..Jimat pak..!! jawabku mantab..Darimana kamu dapat..!! dari kakek pak…,jawabku lagi tanpa ragu sedikitpun..Kenapa ada sama dia…,katanya lagi menunjuk temanku..Dipinjam pak..!!..Buat apa jimat kok dipinjamkan..!!..

Lalu aku mulai bercerita kalau temanku itu hampir tiap hari dipalak oleh kakak kelas yang baru saja dihajarnya tadi..kemudian aku pinjamkan jimat supaya dia lebih berani dan jangan mau dipalak terus-menerus..Mendengar keteranganku rupanya bapak kepala sekolahku mulai melunak dan mengerti kondisi sebenarnya yang terjadi..Benar begitu ya..!! katanya kepada temanku…, Iya pak, benar saya setiap hari dipalak diminta uang jajanku..kata temanku…‘‘Kenapa dipalak kok mau..?.. takut pak..,“jawab temanku sepontan..

Guru mate-matika yang dari tadi ikut mendengarkan selama kami disidang oleh kepala sekolah mendekati aku dan temanku, kemudian dia menepuk-nepuk pundakku dan pundak temanku dari belakang…. ‘‘Si Udin memang pantas menerima pelajaran..supaya dia kapok..katanya kepada kami..Bapak kepala sekolahpun cuma manggut-manggut tanda setuju…ya sudah sana kembali ke kelas tapi lain kali jangan bikin keributan lagi ya.. !!’..kami mengangguk dan kembali ke kelas…’’Baru berapa langkah berjalan aku dipanggil lagi oleh bapak kepala sekolah…Ada apa pak..??..Ini jimatnya ketinggalan katanya..kali ini sambil tersenyum  ..Akupun buru-buru mengambil jimat palsuku dan tak lupa mengucapkan rasa terimakasih kepada bapak kepala sekolah..

Sambil berjalan ke ruang kelas aku sempat ngobrol sama temanku..’’Tahu nggak..? tadi bapak kepala sekolah dan guru mate-matika aku kerjain supaya tunduk dan nggak marah lagi sama kita, kataku mulai ngibul lagi kepada temanku…Pantas tadi waktu kamu datang mereka nggak berani marah-marah lagi. Padahal waktu aku sedang sendiri di ruangan guru aku dibentak-bentak terus sama kepala sekolah katanya memelas.. !!..Soalnya jimatnya kamu keluarin sih.. !!..’’harusnya jangan bongkar rahasia kalau kamu bawa jimat..’’Aku coba berkelit dengan menyalahkan temanku itu..

Sepulang sekolah sore harinya aku memanjat pohon jambu mawar yang ada di depan rumah..Di pohon itu aku biasa istirahat atau tiduran melepas lelah setelah makan siang sepulang dari sekolah..’’Aku merasa betah tiduran di pohon itu karena pohonnya tidak begitu tinggi, juga banyak cabang dan ranting yang cukup kuat untuk menyangga tubuhku…Selain itu jika berbuah rasanya manis sekali dan baunya juga wangi seperti bunga mawar..Terkadang aku sampai tertidur di pohon itu serasa di atas awan ..

’’Siang itu aku melamun memikirkan peristiwa tadi waktu di sekolah,.. hampir saja jimat palsuku ketahuan oleh Guru Matematika dan bapak kepala sekolah…Kalau sampai ketahuan pasti akan menyebar kemana-mana dan semua orang akan memperolok-olok aku..

’’Dari kantung celana aku ambil jimat itu lalu aku amati dan aku pandangi ..aku berfikir, daripada ketahuan orang lain lebih baik aku buang saja jimat ini..Nanti aku bisa membuat alasan dan bilang ke semua teman-temanku kalau jimatku hilang dengan sendirinya..Mungkin pulang ke Suka bumi ke tempat kakekku…Kata orang-orang jimat itu bisa hilang sendiri atau pulang ke pemilik asal..

Setelah mantab dengan rencanaku itu aku turun dari pohon untuk mengambil gunting..’’Di belakang rumah dengan diam-diam aku gunting jimat palsuku, isinya yang cuma biji salak aku buang ke lubang tempat sampah. Sementara kain belacunya aku kubur dekat kandang ayam…

Rasanya sudah lega sekarang..,tapi aku merasa ada sesuatu yang hilang..’’Kekuatanku, kesaktianku sekarang juga sudah hilang..Nanti teman-temanku jadi tidak segan lagi kepadaku…Kemudian aku berfikir ulang, kalau begitu aku tidak perlu memberi tahu teman-temanku tentang ajimat itu..biar saja mereka menganggap aku masih punya jimat…Kalau ada yang mau pinjam aku bisa alasan macam-macam yang kira-kira mereka percaya..

Aku kembali ke halaman depan rumah dan naik ke pohon jambu mawar lagi..disana aku kembali merenung..Mungkin lebih baik aku ikut latihan tenaga dalam lagi saja biar aku benar-benar sakti tanpa memakai ajimat..Setelah berulang-ulang aku pertimbangkan akhirnya aku mengambil keputusan untuk berlatih Tenaga dalam kembali seperti dulu. Tapi kali ini aku bertekad harus sampai selesai atau paling tidak sampai tingkat yang lebih tinggi..

Besoknya teman-teman yang sudah bubar aku kumpulkan kembali agar mau berlatih tenaga dalam lagi …Untungnya semua masih ingin melanjutkan latihan, bahkan ada beberapa teman baru yang juga mau ikut berlatih..Kami sepakat akan menemui para pelatih untuk menentukan kapan kami boleh ikut latihan kembali,..

Pada hari yang telah disepakati aku bersama teman-teman berangkat menuju salah satu SMP swasta di Kotaku. Sebelumnya kami sudah mendengar kalau perguruan Karate kami itu membuka cabang di Sokolah swasta tersebut….

‘’Dari jauh kami mendengar suara kak Tony sedang melatih murid-muridnya. uci uke..!!..gedang barai..!!..katanya penuh semangat dengan bahasa Jepang yang fasih..’’Sempat ada rasa khawatir jangan-jangan kami tidak boleh ikut latihan lagi karena sebelumnya kami berhenti terlalu cepat.

Ketika mereka istirahat kami mendekati Kak Tony,.. ’Dengan ragu-ragu aku bertanya kepada Kak Tony..,‘‘Kami ingin mulai latihan lagi kak,..boleh nggak ..?..Boleh-boleh kok…Kapan mau mulai latihannya..??..kata kak Tony..Tapi sekarang berapa biayanya ?..Masih sama wan belum ada kenaikan, dua ratus lima puluh rupiah ….

Uang sebesar itu di tahun tujuh puluhan rasanya masih cukup lumayan besar, sebagai perbandingan bakso semangkuk  waktu itu harganya masih dua puluh lima rupiah, combro dan gorengan harganya masih lima rupiah dapat dua.

Sekarang tempat latihannya sudah pindah lebih jauh, tidak di tempat yang dulu lagi. ‘‘Gimana kalau kak Tony yang datang ke tempat wawan..?, yang penting minimal ada sepuluh orang yang latihan..bisa nggak wan..?? .‘Ya kak..‘‘kalau sepuluh orang mungkin lebih kok..kita mulai mingggu depan kak.. yang lainnya mau jahit pakaian dulu buat nanti latihan.

Hari sabtu sore seminggu kemudian,.. kami sedang duduk-duduk di halaman rumah sambil menunggu kak Tony datang untuk mulai latihan karate lagi..Minggu kemarin teman-temanku sepakat akan datang tepat waktu, tapi sudah hampir jam tiga sore yang datang baru enam orang..yang lain belum datang juga. Kami khawatir Kak Tony datang lebih dulu dari mereka.

Itu Acung ..!!‘ kata kusnadi setengah berteriak mengagetkan kami semua..dari kejauhan kami lihat Acung cengar-cengir  sambil menggandeng adiknya Bustami dan tangan kirinya memegang raket badminton. Acung adalah teman kakakku sekolah mereka satu angkatan di SDN 5 Tanjung Karang. Dia berasal dari keluarga suku Padang tapi entah kenapa namanya Acung, seperti nama orang tionghoa.

Mana baju karatenya cung..? tanya kakakku,..‘Belum jadi, padahal udah seminggu,..‘‘Ya sudah nanti latihannya pakai kaos aja dulu nggak papa kok..!! Memangnya kamu jahit dimana Cung…kok lama bener ya..??…tanyaku…Di sana di Penjahit Taylor dekat Madrasah…‘‘Jawab Acung…‘‘Memang di tempatku dulu ada penjahit yang memasang papan nama dengan tulisan  – PENJAHIT  TAYLOR – Dulu kami tidak mengerti Taylor itu adalah bahasa inggris dari penjahit..Kalau diterjemahkan sebenarnya jadi nggak nyambung..‘‘

Tak lama kemudian suara motor terdengar masuk ke pekarangan rumahku,..Itu kak Tony datang…!!, kata adikku,..Tapi kami ragu-ragu yang datang kelihatannya bukan kak Tony,..ada dua orang berboncengan, siapa ya..?..setelah dekat baru kami tau ternyata yang datang kak Izal,…‘Sekarang kepalanya sudah tidak botak lagi jadi kami sedikit pangling….“Kak Tony mana..? kata kami berbarengan..Kak Tony tidak bisa datang,..dia sibuk, jadi penggantinya sekarang kak Izal yang melatih..

Ayo kita kumpul dulu,.. dimana ya wan..?..’’Di bawah pohon jambu aja kak..!!.. kata ku..Setelah memperkenalkan diri masing-masing kepada kak Izal kamipun mulai pemanasan untuk latihan…“Di bawah pohon jambu bol yang sangat rindang tapi sudah mulai menua kami mulai berlatih kembali dengan penuh semangat…

Aku selalu menyebutnya karate tenaga dalam karena meski asal perguruan kami dari negeri Jepang tapi sepertinya ada kombinasi atau perpaduan dengan seni bela diri tenaga dalam asli Indonesia. Nama perguruan kami adalah BKC singkatan dari Bandung Karate Club, karena perguruan ini memang lahir dan berpusat di Bandung…Selain BKC ada perguruan Karate lain yang cukup berkembang saat itu di Propinsi Lampung seperti KKI, INKAI, dan LEMKARI.

Kami sengaja memilih BKC bukan karena yang lain kurang baik, tapi semata-mata karena kami tertarik dengan kekuatan tenaga dalam ketika diperagakan oleh para pelatih senior BKC di lapangan dekat rumahku. Atraksi seperti menghancurkan tumpukan batu bata, memecahkan es balok dan mematahkan besi dragon sangat membuat kami kagum.

Apalagi ilmu body kontak yang pernah dipertontonkan oleh para pelatih senior dimana mereka tidak bisa dipukul oleh lawan dengan cara apapun.Itu juga sangat menarik perhatianku. Kami terutama aku amat sangat berharap suatu ketika akan mempunyai ilmu seperti itu jika serius terus berlatih.

Tapi belum sempat menjadi sakti, lagi-lagi kami berhenti latihan di tengah jalan..‘‘Permasalahannya hanya sepele, teman-temanku bosan latihan dengan alasan yang tidak jelas.

Aku menduga sebenarnya mereka bukannya bosan latihan Karate, tapi waktu itu di tempat kami sedang musim orang bermain bola. Hampir semua anak-anak seusiaku gandrung  bermain bola..Penyebabnya adalah Mario Kempes..,‘‘pemain Argentina yang sedang menjadi idola saat itu..(BERSAMBUNG)

One comment
  1. Pingback: google

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.