AKIBAT MELANGGAR

“Siang itu aku melihat kakakku pulang dari sekolah langsung mengambil air wudlu dan mengerjakan shalat Dzhuhur,..Memang sudah beberapa hari ini aku perhatikan kakakku shalatnya lebih rajin…Dan tidak seperti biasanya jika selesai shalat kakakku langsung pergi, tetapi sekarang dia duduk bersila lama sekali seperti ada sesuatu yang dibaca berulang-ulang.

Kemudian aku mengetahui dari temannya kalau dia sedang mendalami tirakat ilmu yang saat itu aku tidak paham. Kakakku sering mengunci diri di kamar sambil membaca wiridz setelah selesai shalat. Aku dilarang mengetahui isi buku yang sedang diamalkan dan dilarang membuka pintu atau mengintip apa yang sedang dilakukannya di kamar. “Awas kalau membaca buku ini dan membuka pintu kamar,.. kamu nanti bisa gila ‘katanya…‘‘.Wah ngeri  juga nih dalam hatiku…?

Tapi aku penasaran, ketika kakakku sedang tidak di rumah aku membuka buku nya, ternyata isinya adalah tulisan arab dengan lafalnya yang harus dibaca sekian ratus kali setiap selasai shalat. Selain itu ada tertulis juga tentang anjuran harus puasa sekian hari.

Aku termenung.., Oh..ternyata Ini rahasianya.. !!..,’bahwa untuk menjadi sakti kita perlu dan harus membaca sesuatu yang sumbernya dari alquran, juga harus puasa dan harus tirakat juga, tidak cukup hanya latihan fisik seperti karate atau tenaga dalam saja. ‘’Tapi darimana kakakku mendapat ajaran ilmu seperti itu ya… ?

Rupanya kakakku tahu kalau bukunya aku buka, dia marah sambil mengingatkan sekali lagi bahwa yang aku lakukan bisa membuatku celaka… ‘’Sebenarnya dalam hati ada rasa takut, tapi disamping itu ada sedikit rasa tidak percaya juga,..“masa  iya sih, cuma melihat bukunya saja aku bisa celaka dan jadi gila.. ?..

Entah berapa lama dia menjalankan tirakat tersebut..tapi rasanya tidak ada perubahan apapun dari kakakku..’Semuanya biasa-biasa saja,..Malah kakakku sempat digigit anjing tetangga hingga sekeliling pusarnya  harus disuntik  sampai 17 kali untuk menghindari terkena rabies,…’Lho katanya bisa jadi sakti kok digigit anjing tetap kena… ??.. ’’Aku mulai meragukan apa yang telah dilakukan kakakku selama ini..,jangan-jangan memang tidak ada manfaatnya.. ‘’

Kira-kira satu bulan setelah itu, aku mengalami kecelakaan sepeda motor yang cukup parah. ‘’Waktu itu, lagi-lagi menjelang maghrib aku berboncengan bertiga naik sepeda motor dengan Ossel dan samson, mereka adalah tetangga satu RT temanku bermain bola.

Aku duduk paling belakang, Ossel di tengah, sementara Samson di depan mengendarai motor.Kondisi jalan relatif sepi karena hari sudah sore dan kami sama sekali tidak ada yang menggunakan helm pengaman.

Karena mengejar untuk shalat maghrib, Samson megendarai motor dengan cukup kencang dan agak ugal-ugalan…’’Tiba-tiba saja…,“braaakkk… !!! ‘’motor yang kami tumpangi menabrak mobil truk yang sedang parkir di tikungan samping sekolahku..Aku tidak tahu persis kejadiaannya seperti apa, karena aku duduk paling belakang. Mungkin aku pingsan sebentar atau hilang kesadaran sementara. Ketika sadar aku sudah ada di bak sampah sementara aku lihat Samson ada di kolong truk, sedang ossel tergeletak di tengah jalan.

Samson mengalami luka paling parah, tulang kaki kanannya patah tiga bagian tangannya juga patah, dari kepala dan mulutnya nya mengucur darah cukup banyak. Sementara ossel yang tergeletak di jalan sekujur tubuhnya juga penuh oleh darah dengan luka-luka yang juga cukup parah.

Mereka berdua tidak sadarkan diri dan dikerumuni banyak orang. Lucunya setelah sadar aku malah mencari-cari topi dan tas ku yang hilang entah kemana, karena aku tidak merasakan sakit, dan rasanya tidak ada luka sedikitpun di tubuhku.

Mana tasku…,mana topiku,..?..”aku bertanya pada orang-orang yang mengerubungi Samson dan ossel… ‘’Yang ada dipikiranku saat itu kalau tasku sampai hilang bisa gawat nih, soalnya isi tasku adalah buku-buku catatan pelajaran dan ada buku PR yang baru saja aku selesaikan.

Setelah kesadaranku benar-benar pulih aku mulai schok dan bingung mau diapakan Samson dan ossel, belum lagi memikirkan motor milik Samson yang bentuknya sudah seperti barang rongsokan siap untuk di kilo di Lapak madura.

Untung ada penduduk sekitar yang  baik hati mau meminjamkan mobil untuk menolong membawa kami ke rumah sakit.

Lalu kami bertiga dibawa ke rumah sakit dengan mobil Toyota hardtop diantar warga setempat. Sepanjang jalan darah terus mengucur dari kepala Samson dan ossel, jok mobil sudah penuh darah demikian juga baju dan celanaku yang terkena darah mereka. Aku sempat khawatir kalau Samson dan ossel akan meninggal dunia, karena melihat luka-lukanya yang sangat parah dan tidak segera sadar dari pingsannya.

Perjalanan 30 menit ke rumah sakit rasanya seperti bertahun-tahun., Perasaanku tidak karuan, takut, cemas, khawatir dan kasihan campur aduk jadi satu…’’Belum lagi bapak yang ikut mengantar kami bau keringatnya luar bisa..,Huh.. !! ini semakin menambah perutku mual dan kepalaku pusing saja. Sekujur tubuhku rasanya lemas seperti tak mempunyai tulang, keringat dingin terus mengalir, sementara pikiranku menerawang entah kemana.

Sampai di rumah sakit, Samson dan ossel langsung dibawa ke UGD, aku ikut berlari-lari mengantar sampai depan pintu. Aku tidak boleh masuk ke ruang UGD hanya bapak yang keringatnya bau itu yang boleh masuk ke ruangan. Kemudian bapak yang punya mobil ikut masuk. Dari balik kaca aku lihat bapak yang punya mobil sempat berbicara dengan para perawat dan seorang dokter.

Aku tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan karena jarak yang cukup jauh dan tertutup kaca. Aku hanya menunggu di luar ruangan dengan gelisah tak dapat tenang menunggu kabar dari dalam ruang UGD.

‘’Jam dinding di ruang tunggu UGD sudah menunjukkan angka 19.55 pintu ruangan tiba-tiba terbuka dan seorang suster keluar memanggilku, Kemudian dia bertanya.., ‘’Dik..tahu nomor telephone rumah mereka nggak.. ?,.kami harus memberi kabar orang tua mereka…ini penting sekali..kata suster itu…‘’Tahu mba.., tapi saya nggak berani nelpon,.. ‘’mba aja yang kasih kabar ya, kataku penuh harap..,’ya sudah,..berapa nomornya.. ?..Setelah mencatat nomor telephone rumah ossel dan Samson perawat tadi masuk kembali ke ruang UGD.

Tak berapa lama setelah itu suster tadi memanggilku kembali..,’’Sini dik masuk aja,…. ‘’Dug.. !!!..’’jantungku rasanya mau copot,..ada kabar apa lagi nih.. ?..jangan-jangan kabar buruk.., aku menduga-duga sendiri..? ’’Begitu pintu terbuka aku mendengar suara orang sedang menangis sambil mengerang kesakitan,..itu seperti suara Samson,..aku mencoba memastikan dengan berjalan lebih cepat,..Lalu rasa lega luar biasa mengguyur seluruh tubuhku setelah aku yakin itu benar suara Samson yang kudengar,…

Seperti tanaman kecambah yang hampir layu kemudian disiram air dan segar kembali, begitulah kondisi ku saat itu,…‘’Son..lu masih idup son !!!..teriakku tanpa sadar,…aku lihat darah yang ada di sekujur tubuhya sudah bersih , kakinya yang satu di perban dan digantung ke atas. Ketika melihatku tangisan Samson malah makin keras seperti anak kecil. ‘Akupun ikut menangis, bahkan tangisanku mungkin lebih keras dari tangisan Samson. Tetapi yang jelas aku menangis karena merasa lega setelah tahu Samson masih hidup.

Rasa cemas dan ketakutanku tadi hilang sudah berkat tangisan Samson, makin keras Samson menangis rasanya aku makin lega..Setelah agak lama bertangisan dengan Samson aku teringat ossel..dimana dia.. ?..Kok nggak ada di ruangan ini..,jangan-jangan… ?..Aku sempat membayangkan yang bukan-bukan..,tapi aku tidak berani bertanya sama Samson takut dia schok lagi,..Sambil mengusap air mata aku tanya sama perawat  yang ada di ruangan itu dengan perlahan-lahan agar Samson tidak mendengar suaraku.

‘’Temanku yang satunya mana mba.. ?..‘’disana di ruangan yang paling ujung,. jawabnya,..‘‘masih hidup mba..? tanyaku lugu..‘‘ perawat itu malah tertawa mendengar pertanyaanku..,mendengar tawanya aku jadi lega pasti Osel masih hidup pikirku..,

‘‘Aku segera bergegas kesana, ketika aku buka perlahan-lahan korden yang menutupi ruangan itu, aku melihat ossel sedang meringis menahan sakit. Mukanya kelihatan berubah karena bengkak.

Hidungnya seperti terong belanda yang sudah matang, mata sebelah kanan tertutup rapat dengan benjolan cukup besar. Sementara mata kirinya ada lingkaran warna biru dongker seperti baru distempel.‘“Bibirnya juga kelihatan jontor, entah terbentur apa waktu jatuh tadi. ‘‘Mukanyna ancur mirip George foreman waktu dihajar Muhamad Ali Di Kinzhaza Zaiere tahun 1974.

Untungnya ossel sudah sadar juga, dia tidak menangis malah sempat bilang ke padaku…,‘‘Samson itu memang cengeng katanya..masa baru patah kaki aja nangis..’’ Hebat juga si ossel ini dalam kondisi parah dia tidak menangis malah masih sempat berusaha bercanda walaupun tidak lucu…

Kira-kira jam sembilan malam aku dijemput oleh kakakku dan beberapa kerabat. Entah siapa yang memberi tahu mereka kalau aku mengalami kecelakaan dan ada di rumah sakit. ‘’Mereka sempat terkejut melihat baju dan celanaku penuh noda darah mungkin mereka mengira aku juga luka-luka,.. Untunglah oleh dokter aku langsung diperbolehkan pulang karena hampir tidak ada luka sama sekali di tubuhku.

Tak berapa lama kemudian keluarga dari Samson dan ossel mulai berdatangan, mereka shock melihat kondisi yang sangat parah.

Selama beberapa hari aku sulit tidur membayangkan kejadian kecelakaan tersebut…‘Dalam hati aku masih bersyukur karena Tuhan masih melindungiku dari kecelakaan yang lebih fatal.

Banyak yang terheran-heran kenapa aku sama sekali tidak mengalami luka-luka sewaktu terjadi tabrakan..padahal jika dipikir dengan logika posisi duduk paling belakang harusnya justru paling berbahaya jika terjadi tabrakan. Selain menahan benturan dari dua temanku mestinya aku juga akan terlempar dengan lebih keras daripada yang duduk di tengah.

Aku tidak berani menjenguk kedua temanku di rumah sakit karena takut dimarah oleh orang tua mereka. Tapi aku mengikuti terus perkembangan Samson dan ossel selama di rawat di rumah sakit dengan bertanya kepada teman-temanku ku yang sempat membesuk di rumah sakit.

Hari ke tiga di rumah sakit aku mendengar kabar bahwa Samson akan diamputasi kakinya, ‚‘Aduh..ada rasa bersalah dalam hatiku, seandainya aku tidak ikut membonceng mereka mungkin kecelakaan tidak akan terjadi dan kaki Samson tidak diamputasi. Aku membayangkan kaki Samson buntung dan tidak bisa main bola lagi, dia pasti juga akan jadi minder karena cacat kaki.

Dua hari kemudian aku mendengar lagi kabar lebih baik, bahwa kaki Samson tidak jadi di amputasi malah akan diterbangkan ke salah satu Rumah sakit di Solo karena disana peralatanya lebih modern. Dokter-dokternyapun lebih berpengalaman kata temanku. Ada perasaan lega dalam hati ku, mudah- mudahan Dokter disana mampu menangani kaki samson sehingga tidak jadi diamputasi dan bisa segera sembuh.

Sementara itu ossel baru saja selesai menjalani operasi di tulang pipi dan tulang hidungnya yang patah masuk ke dalam..Opersasi berjalan cukup sukses, tinggal menunggu proses penyembuhan. Setelah tiga minggu di rumah sakit ossel diperbolehkan pulang tapi tetap harus kontrol dokter setiap saat, sedangkan Samson menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit bedah tulang di Kota Solo selama berbulan-bulan lamanya, tapi akhirnya kakinya bisa sembuh dan tidak jadi di amputasi meski tidak bisa pulih seratus persen seperti semula.

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.